Sabtu, 21 Mei 2011
Bahagia
Untuk mencapai kebahagiaan trap awal yang harus dilalui adalah kesadaran bahwa semua amal perbuatan dari yang baik maupun yang buruk, akan berpulang kembali pada diri sendiri. Kita yang menanggung ganjaran dan pahalanya. Dalam al quran diterangkan, Walaa taziru waaziratun wizro ukhro, tidak bisa menanggung orang yang menanggung pada tanggungan orang lain. Artinya kita yang berbuat ya kita yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, pilihlah beramal yang baik, walaupun seberat biji kurma dan hindarilah berbuat jahat walau seberat semut pudak pun. Selanjutnya, anak tangga kedua yang harus dilalui untuk meraih kebahagiaan adalah kesadaran bahwa kita adalah makhluk spiritual, bukan makhluk fisik. Pemahaman ini berguna untuk melepaskan keterikatan kita pada dunia mayapada. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan manusia adalah menyangka bahwa manusia adalah makhluk fisik. Banyak orang beranggapan bahwa ''Aku adalah tubuhku.'' Karena itu, seluruh hidupnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. Mereka mengumpulkan harta, mencari uang dan memenuhi nafsu badannya seakan-akan mereka akan hidup untuk selama-lamanya.
Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, ''Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.'' Manusia bukanlah ''makhluk bumi'' melainkan ''makhluk langit - makhluk surga.'' Mari kita cermati kembali bunyi surat Al-A’raaf:172, ”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lupa terhadap ini".
Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi ini. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan ''rumah'' untuk mencari ''rumah'' yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.
Coba kita resapi paragraf di atas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau kita menyadari hal ini, kita tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila kita sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan, menempuh jalan yang salah serta menghalalkan segala cara -- kalau hasilnya tidak dapat kita nikmati selama-lamanya. Apalagi kita sudah merusak jiwa kita sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi. Jadi perintah Allah di surat Adz – Dzaariyat :56; Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku adalah sebagai pengingat bahwa kita bukan makhluk bumi, tetapi kita adalah makhluk spiritual dimana jiwa kita akan kembali ke surga di hadirat Allah. Dengan beribadah kepada Allah kita diingatkan bahwa bagian terpenting dari hidup kita adalah jiwa kita yang nanti akan kembali kepada-Nya.
Mulai sekarang harus kita sadari betul bahwa jiwa kita adalah bagian terpenting yang harus kita jaga dan pelihara. Sebab dengannya kita akan terus bersama. (Sebelumnya mohon maaf, cerita ini tidak bermaksud ngendon-ngendoni masalah perwayuhan. Sekali lagi, mohon maaf –jangan disalahtafsirkan).
Seorang tua yang kaya raya sedang tergolek di tempat tidur – kamar mewah rumah sakit – menunggu maut datang menjemput. Di saat-saat terakhir, ia mengumpulkan keempat istrinya. Ia ingin mengajak mereka untuk menemaninya sampai ke alam baqa. Dipanggillah istrinya satu persatu. Dimulai dari istri keempatnya, yang paling muda sekaligus paling cantik. Istri ini berkata, ''Maafkan aku. Tentu saja aku sangat sedih memikirkan kepergianmu, tapi aku masih memiliki banyak hal yang harus aku kerjakan. Aku tak dapat menemanimu.'' Kecewa dengan jawaban itu, si lelaki memanggil istri ketiganya, namun istrinya ini mengatakan, ''Aku hanya dapat menemanimu sampai engkau menghembuskan nafasmu yang terakhir.'' Istri keduanya pun dipanggil. ''Aku akan menemanimu, tetapi hanya sampai di pemakaman saja,'' ujarnya. Hampir putus asa, akhirnya ia memanggil istri pertamanya. Dengan mantap si istri pertama berkata, ''Aku akan menyertaimu kemanapun engkau pergi.''
Cerita inspiratif ini sebenarnya dimaksudkan sebagai gambaran kehidupan kita sendiri. Istri keempat adalah analogi dari harta yang kita kumpulkan selama kita hidup. Istri ketiga adalah tubuh kasar kita yang amat kita perhatikan dan selalu kita rawat. Istri kedua adalah analogi dari keluarga kita istri-istri kita dan anak-anak kita. Istri pertama yang paling setia adalah gambaran tubuh halus kita, jiwa dan spiritualitas kita. Inilah yang akan menyertai kita kemanapun kita pergi dari alam ruh sampai nanti ke alam baqa.
Ironisnya, banyak manusia selama hidupnya, telah menghabiskan waktu dan energi yang tidak sedikit untuk urusan harta, badan, dan keluarga. Padahal cepat atau lambat mereka akan meninggalkan kita. ''Harta'' satu-satunya yang paling setia yaitu jiwa kita justru sering kita abaikan. Oleh karena itu, bangkitkan lagi semangat kita seiring sabda Nabi SAW, ”Siarkanlah salam, berikanlah makanan dan sholatlah malam ketika manusia yang lain tertidur, niscaya engkau akan masuk surga dengan salam”.
Isilah rohani kita, manusia adalah makhluk spiritual. Kita bukanlah tubuh kita, kita adalah jiwa kita. Sejak pertama kali diciptakan, kita adalah makhluk spiritual, dan sampai kapanpun kita tetap makhluk spiritual. Jadi, berbahagialah dengannya.
Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah
Jumat, 20 Mei 2011
Bangun Malam
Diriwayatkan dari Hudzaifah ra., dia berkata, “Nabi SAW selalu menggosok giginya dengan siwak setiap bangun dari tidur malam hari.” (Rowahu al-Bukhari)
Dari Ibnu Umar ra. bersabda Nabi SAW, "Senantiasalah bersiwak, karena hal itu akan membersihkan mulut dan menjadikan Allah SWT rela.” (Rowahu al-Bukhari)
Ali bin Abi Thalib ra. menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba Allah apabila dia sudah menggosok gigi , kemudian mengerjakan sholat malam, maka malaikat akan berdiri di belakangnya. Kemudian malaikat akan memperhatikan bacaannya, mendekatinya sehingga ia meletakkan mulutnya pada mulut orang tersebut. Tidaklah terucap sedikitpun dari ayat al-quran kecuali akan masuk ke dalam mulut malaikat. Mereka akan membersihkan mulut mereka dengan bacaan al-quran.” (Rowahu al-Bazzar fi musnad).
Jabir bin Abdillah ra. menuturkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bangun sholat malam, maka hendaklah ia menggosok giginya. Sebab jika ia membaca al-quran dalam sholatnya, malaikat akan mendekatkan mulutnya kepada mulut orang tersebut. Tidak ada yang terucap dari orang itu kecuali akan masuk ke mulut malaikat.” (Rowahu al-Baihaqi Fii Syi’bi Al-iimaan)
Hadits – hadits di atas – sengaja saya hunting - untuk menunjukkan pentingnya bersiwak atau menggosok gigi di kehidupan sekarang ini, terutama hubungannya dengan bangun malam. Ternyata salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan semangat dalam bangun malam adalah dengan sering menggosok gigi ini. Orang boleh bilang apa saja, tapi kenyataan menampilkan wajah yang sebenarnya. Ketika seseorang bangun malam, kemudian menggosok giginya, maka kantuk akan terusir dari kedua matanya. Gairah akan segera menyelimuti seluruh tubuh dan mengusir ikatan syetan dari ubun – ubunnya. Langkah jadi ringan dan mulut menjadi segar untuk memainkan dan menyuarakan kalam Ilahi. Ditambah iringan malaikat dan ampunan Allah SWT, maka sungguh sangat membahagiakan.
Oleh karena itu, wahai para pencinta bangun malam jika terasa berat beban di pundak, terasa membuta kantuk di mata, segerakanlah gosok gigi. Inilah salah satu jalan untuk menggelorakan semangat untuk bangun malam. Luar biasa, jika kita mampu menghayati dan mengamalkan sebagaimana hadits yang tersurat dalam lembaran ini. Dan mungkin sekarang kita baru sadar, inilah mungkin rahasia Sabda Rasulullah SAW sebagaimana hadits di bawah ini. Bukan hanya kebersihan mulut dan kesucian diri, tetapi beroleh keridhaan dari Allah SWT.
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda,"Jika tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk selalu bersiwak setiap sebelum shalat." (Rowahu al-Bukhari)
Sebagai tambahan guna memperkuat dalil – dalil di atas, dalam kitab Ath-Thubbun Nabawi (Medis Nabawi) yang disusun oleh Ibnul Qoyyim Al-Jauziah dijelaskan manfaat siwak/gosok gigi antara lain:
membersihkan mulut
membersihkan gusi
mencegah pendarahan
menguatkan penglihatan
mencegah gigi berlubang
menyehatkan pencernaan
menjernihkan suara
membantu pencernaan makanan
memperlancar saluran nafas (bicara)
menggiatkan bacaan
menahan tidur
dikagumi malaikat
meridhokan Allah Ta’ala
Nah, sekarang giliran kita menunaikan dan membuktikannya.
Oleh: Ust. Faizunal Abdillah
Senin, 11 April 2011
Kedurhakaan Qorun

oleh: Zahri - www.ldiitulungagung.web.id
Negri mesir yang terkenal subur dan makmur dengan tingkat peradaban yang tinggi itu ternyata telah dikotori oleh perilaku dan keyakinan penduduknya yang menyimpang dari ajaran tauhid, tuhan yang semestinya mereka sembah adalah Allah, tetapi ternyata mereka menjadikan Fir'un sang raja Mesir sebagai sesembahan mereka. Allah telah mengutus nabi Musa untuk memerangi dan memberantas kemusyrikan di muka bumi ini. Perjuangan nabi Musa menegakkan panji-panji tauhid di tengah-tengah masyarakat Bani Israil yang terkenal rewel dan suka beralasan memang cukup berat. Namun nabi Musa tidak putus asa. Satu demi satu pengikut nabi musa bertambah, sampai suatu ketika seorang kaya raya terpandang di kalangan Bani Israil juga menjadi pengikut nabi Musa. Dengan insafnya Qorun diharapkan dapat memperkuat dan mendukung perjuangannya nabi Musa bersama para pengikutnya. Namun yang diharapkan hanya Impian belaka. Kekayaan Qorun luar biasa, hingga kunci-kunci gedung tempat penyimpanan harta kekayaannya tidak akan kuat dipikul oleh beberapa laki-laki yang kuat sekalipun. Ironisnya kekayaan itu telah membuat Qorun bersikap angkuh, sehingga sulit baginya untuk menerima nasehat. Dalam dirinya terjadi perubahan yang mengarah ke penurunan keimanan, hilang sifat-sifat iman dalam dirinya, hilang kekhusyu' annya yang ada di dalm hati. Ia mulai malas beribadah, sehari-hari yang difikirkan hanyalah menimbun keduniaan.
Jika Qorun keluar selalu dihiasi dengan pesona dunia yang gemerlapan. Dengan menunggang seekor kuda yang pelananya yang terbuat dari kulit yang bertahtakan emas dan perak. Baju yang ia kenakan emas berlian, sungguh ia sangat gagah. Pemandangan seperti ini sangat memukau bagi orang yang mencintai dunia, tetapi bagi orang-orang yang lebih mencintai akhirat akan memandang bahwa kekayaan Qorun tidak berarti sedikitpun di sisi Allah.
Hingga suatu ketika Allah menurunkan ayat tentang Zakat kepada nabu Musa. Saat itu Qorun berniat menemui nabi Musa untuk meminta penjelasan tentang ayat tersebut.Akhirnya nabi Musa menjelaskan perincian tentang ayat zakat dihadapan Qorun.
"Setiap 1000 dinar zakatnya 1 dinar,setiap 1000 dirham zakatnya adalah 1 dirham, setiap 1000 kambing zakatnya 1 kambing, begitulah seharusnya terhadap harta yang kamu miliki"
"Baiklah Musa, sekarang aku sudah mengerti masalah zakat, tapi aku akan mencoba menghitung dulu hartaku, terima kasih, aku pamit dulu"
Qorun mulai menghitung hartanya, setelah di hitung-hitung ternyata jumlah zakat yang mau dikeluarkan banyak sekali sehingga berat sekali untuk menyerahkannya kepada nabi Musa.
"Wah ternyata aku harus mengeluarkan ribuan dinar dan dirham, kalo begini caranya aku bisa bangkrut! Musa harus memberi penjelasan, ini tidak bias dibiarkan."
Qorun berfikir keras untuk menjatuhkan wibawa nabi Musa di depan pengikutnya. Secara diam-diam Qorun mengundang pembesar-pembesar Bani Israil ke rumahnya. Mereka dihasut untuk diajak bersama-sama menjatuhkan nabi Musa.
"Wahai orang Bani Israil,sesungguhnya Musa telah memerintahkan pada kalian berbagai macam peraturan agama diantaranya adalah kalian di perintahkan membayar zakat kepadanya. Tahukah kalian bahwa ini taktik Musa untuk merampas harta kalian semuanya. Kemudian harta itu akan digunakan untuk kebutuhannya sehari-hari, berfoya-foya,cari hiburan dan lain-lain. Ini adalah pemerasan secara halus dan terang-terangan,apa kalian tidak sadar kalau kalian di jadikan perahan Musa? Bagaimana menurut kalian?"
"Hai Qorun, engkau adalah pembesar kami, rasanya benar omonganmu itu, sekarang perintahkan sesuatu kepada kami, kami pasti akan melaksanakan."
"Kalau begitu carilah seorang pelacur,nanti kita beri upah asalkan dia mau mengaku di depan umum bahwa dia telah berzina dengan Musa."
Maka berangkatlah utusannya Qorun untuk mencari wanita pelacur dan di bawa kehadapan Qorun.
"Wahai wanita pelacur,maukah kamu ku beri uang 1000 dinar dan 1000 dirham ? kemudian aku akan memberimu kedudukan dan aku akan mengumpulkan kamu dengan istri-istriku?"
Dengan senang hati si pelacur menjawab,"Tentu ! aku sangat senang menerimanya."
"Tetapi tidak begitu saja kau mendapatkannya,ada syarat yang harus kau lakukan. Besok,kamu harus mengaku di depan umum bahwa kamu telah berbuat zina dengan Musa. Sanggup?"
"Pasti sanggup, kenapa tidak" jawab sang pelacur dengan bangga.
Keesokan harinya Qorun mengumpulkan orang-orang Bani Israil di lapangan yang luas,kemudian Qorun datang kepada nabi Musa dan berkata " Qahai Nabi Musa,saat ini orang-orang Bani Israil sedang menunggumu untuk meminta nasehat dan pengarahan tentang peraturan Allah."
Nabi Musa pun bergegas menuju lapangan dan berseru,"Wahai Bani Israil !! Barang siapa yang mencuri,maka ia akan dipotong tangannya, barang siapa yang menuduh zina tanpa mendatangkan saksi, hukumannya di cambuk 80 kali, bila ada bujangan atau gadis berzina masing-masing di cambuk 100 kali, bagi yang pernah menikah maka ia akan diranjam dengan batu sampai mati bila dia melakukan zina."
"HAi Musa ! Bagaimana jika yang berbuat zina itu engkau sendiri? apakah diranjam juga?" tanya Qorun.
"Walaupun aku sendiri yang berbuat zina tetap harus diranjam."
Hai Musa,ketahuilah ! Orang-orang Bani Israil telah mengetahui perbuatanmu ,ternyata engkau telah berbuat zina dengan seorang pelacur."
"Jangan menuduhku sembarangan! Panggil perempuan itu kemari." Tegas Musa
Qorun pun memanggil perempuan itu,"Hei kamu.majulah ke depan!" perempuan itu pun maju kedepan. "Musa,ini dia orangnya"
Musa menatap perempuan itu dengan tajam "Hai perempuan, demi Dzat yang telah menurunkan Taurot, aku bertanya kepadamu dan kamu harus menjawab dengan jujur. Apakah kamu telah berbuat zina denganku?"
Hati wanita pelacur itu pun bergetar mendengar pertanyaan Musa,ia tak kuasa berbohong. Allah telah membuka hatinya sehingga ia kembali dapat berfikir dengan akal sehatnya, dalam hati ia berkata," Aku telah mempunyai niat buruk terhadap seorang utusan Allah demi mendapatkan kesenangan dunia. Jika aku menyesali perbuatanku ini dan aku bertobat kepada Allah, aku yakin Allah akan mengampuniku"
"Demi Allah,aku tidak berbuat zina dengan Nabi Musa,tetapi Qorun lah yang membayarku untuk berbuat seperti ini". Sontak Qorun dan pengikutnya terkejut.
Demi mendengar penuturan si pelacur Nabi Musa bersujud dan menangis kepada Allah. Nabi Musa terharu dengan upadayannya Allah terhadap orang-orang yang mau menjatuhkannya."Ya Allah kalau aku memang benar-benar utusanmu maka murkalah engkau, karena diriku telah dipermalukan oleh Qorun. Qorun yang selama ini ku saksikan baik ternyata telah mengianatiku"
Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada nabi Musa yaitu Allah memerintahkan bumi supaya taat kepada perintah nabi musa,dan Nabi Musa pun berkata "Wahai orang-orang Bani Israil!! sesungguhnya Allah mengutusku terhadap Qorun seperti Allah mengutusku terhadap fir'aun. Maka barang siapa yang ingin bersama Qorun tetaplah bersamanya, maka barang siapa yang ingin bersamaku jauhilah dia"
Akhirnya semua orang menjauhi Qorun kecuali dua orang, saat itulah Nabi Musa membuktikan bahwa bumi memang diperintahkan Allah untuk taat pada perintahnya!"
Bumi pun langsung menelan mereka hingga sebatas kaki,Q orun pun berusaha lari namun bumi telah mencengkeram kakinya ,Qorun pun berteriak," Hai Musa ,maafkan aku! Selamatkan aku!"
Dengan tidak memperdulikan Qorun, Nabi Musa kembali memerintah bumi untuk menelan Qorun,"Wahai bumi, telanlah mereka!"
Lalu bumi menelan mereka sebatas pusar,begitu seterusnya sampai sebatas leher. Sambil merintih, Qorun terus memohon ampun diiringi sumpah agar Musa mau memaafkannya. Namun Nabi Musa tidak menoleh sedikitpun kepada Qorun, akhirnya bumi menelan sedikit demi sedikit hingga seluruh tubuh mereka.
Setelah kejadian itu,orang-orang Bani Israil ribut membicarakan harta kekayaan Qorun yang ditinggalkannya. " Aahh,ini semua kan kesengajaan Nabi Musa mendoakan Qorun agar di siksa oleh Allah, karena Nabi Musa ingin mewarisi dan menguasai istana dan harta kekayaan Qorun."
Nabi Musa sangat marah mendengar perkataan mereka,lalu ia berdoa kepada Allah, " Ya Allah, benamkanlah semua harta kekayaan Qorun kedalam perut bumi agar tidak menjadikan fitnah kepadaku dan kepada orang-orang Bani Israil."
Sesaat kemudian terdengar suara keras bersamaan dengan hilangnya seluruh gedung istana dan harta kekayaan Qorun tanpa tersisa sedikitpun.
Ternyata sehebat apapun kelebihan yang dimiliki manusia bila ia kufur kepasa Allah, tidak bisa melaksanakan perintahnya, dalam waktu singkat Allah bisa membinasakan seluruh jiwa dan harta manusia tanpa ada seorangpun yang bisa mencegahnya.
Cerita ini begitu popular dikalangan masyarakat, bahkan bila ada yang menemukan harta benda dalam tanah,mereka menyebutnya dengan harta karun, tp sebenarnya itu cuman istilah saja, bukan betul-betul harta Qorun kaum Bani Israil zaman Nabi Musa.
Semoga cerita Islam ini bermafaat bagi kita :-)
Minggu, 10 April 2011
BAHAYANYA ZINA

Zina adalah hubungan sex/badan antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan perkawinan yang sah/resmi. Perbuatan yang sungguh di murkai oleh Allah dan mendapat murka dari Allah di dunia maupun di Akhirat, ingat dengan cantolan-cantolah dari para penasehat zaman dahulu:
"wong seng nglakoni zina, ndak kurop blos, ibarate enak e sak klenteng, lorone sak rendeng"
- Orang yang melakukan zina, tidak ada untungnya sama sekali, di ibaratkan enaknya satu klenteng (biji pohon kapuk) dan sakitnya sepanjang musim penghujan.
Jadi kesimpulan dari kata-kata diatas adalah, bahwa Zina lebih banyak menanggung sakit (dosa) dari pada enaknya. Nabi pun juga telah besabda dalah Al-hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi tentang bahayannya orang berbuat ZINA :
عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: يا معشر المسلمين اتقوا الزنا فإن فيه ست خصال ثلاث في الدنيا وثلاث في الآخرة فأما التي في الدنيا: فذهاب بهاء الوجه وقصر العمر ودوام الفقر وأما التي في الآخرة فسخط الله تبارك وتعالى وسوء الحساب والعذاب بالنار* رواه البيهقي
Nabi SAW bersabda: "Wahai golongan orang Islam takutlah kalian berbuat zina, karena sesungguhnya dalam zina itu ada enam perkara (siksaan), tiga di dunia dan tiga di akhirat. Adapun tiga perkara di dunia: (1)Hilangnya wibawa, (2)Pendeknya umur, dan (3)menjadi miskin selamanya. Adapun tiga perkara di akhirat adalah: (1)murka Allah, (2)jeleknya hisaban dan (3)siksa neraka". Hadist Riwayat Baihaki
Bahayanya orang yang zina :
1. Zina itu menghilangkan cahaya iman dari hati pelakunya
2. Zina itu perbuatan buruk yang bias membawa kematian pelakunya (umurnya pendek)
3. Penzina do’anya tidak di kabulkan oleh Allah
4. Menyala-nyala api di wajah orang yang berbuat zina nanti di akhirat
5. Orang yang berbuat zina di siksa dalam tungku besar yang nyala apinya menghancurlumatkan tubuhnya kemudian di kembalikan lagi jasadnya dan di hancurlumatkan lagi oleh nyala api yang berkobar-kobar , begitu terus menerus
6. Orang yang berbuat zina baunya sangat busuk , menyakitkan sesama ahli neraka
7. Ahli zina di hapus dari daftar orang-orang baik
8. Allah tidak melihat kepada ahli zina dengan pandangan hormat
9. Allah mengharamkan surga dan mengharamkan mencium bau surga kepada ahli zina
Akhir kata, hargai diri anda sekalian, janganlah sampai kita berbuat zina, sayang cantik dan ketampanan anda. Bila kita melakukannya, hilanglah surga dari diri kita, ingat kehidupan yang kekal hanya di akhirat, "karna di dunia kita cuman mamper ngombe ",di dunia cuman mampir minum. :
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
Hayo...siapa yang berani Zina? Atau mengarah ke perzinahan?
TEMPAT-TEMPAT MASUKNYA SYETAN

Syetan masuk ke dlm diri seseorang untuk merusak dan menyesatkan itu melalui beberapa hal yaitu :
1.الْجَهْلُ : Kebodohan
Kebodohan itu mematikan hati dan membutakan penglihatan sehingga orang bodoh itu tidak mengerti mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang sunnah dan mana yang bid'ah mana yang halal dan mana yang harom, mana yang hak mana yang batal, begitu seterusnya. Karena keadaan yang demikian maka syetan memanfaatkan kebodohan ini untuk merusak dan menyesatkan manusia. Untuk itu Allah melarang menjadi orang yang bodoh. Allah berfirman didalam surat Al An'am ayat 35 Yang Artinya : " Dan jika Allah menghendaki, niscaya Allah mengumpulkan mereka di atas petunjukNya, maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang bodoh
Nabi Musa AS. Pernah berdo'a
Yang artinya : " Berkata Musa : aku berlindung kepada Allah bahwa aku termasuk orang yang bodoh "
2.الْغَضَبُ : Marah
Marah itu termasuk tempat masuknya syetan yang besar dan perangkapnya. Syetan mempermainkan kemarahan seseorang dalam rangka menyesatkan pelajunya itu seperti anak kecil mempermainkan bola seenaknya, begitu mudahnya orang yang marah itu dipalingkan dari kebenaran sehingga mulut yang biasa sopan nisa mengeluarkan kata-kata yang jorok, kasar, bisa mencacimaki, menghujat, mencela, mencemooh, dll. Anggota badannya bisa tak terkendali, sehingga memukul, menyerang, merobek-robek, melukai, membunuh dll yang jelek. Hati orang yang marah dipenuhi rasa dengki, iri hati,seraiy menyimpan dendam terhadap orang yang dimarahi.
" Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam : sesungguhnya aku mengerti satu kalimat yang kalu dia mengucapkannya niscaya hilang marah yang ia temui, yaitu : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
حُبُّ الدُّنْيَا .3 : Cinta dunia
Sesungguhnya syetan telah menghiasi dunia dengan gebyarnya dalam hati kebanyakan manusia sehingga mereka condong pada dunia dan merasa senang dengan dunia, mereka berlomba-lomba mencari dunia dengan sungguh-sungguh, dunia dijadikan tujuan utamanya, mereka saling membenci dan saling dengki karena dunia. Maka iblispun memanfaatkan sedemikian rupa sehingga manusia menjadi sesat.
Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam
Yang artinya : " Sesungguhnya Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam Bersabda : demi Allah bukan fakir yang aku kuatirkan, tetapi aku kuatir terhadap dunia yang dibentangkan kepada kalian seperti telah dibentangkan kepada manusia sebelum kalian, maka kalian berlomba mendapatkannya seperti mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya, lantas dunia merusak kalian seperti halnya telah merusak mereka "
4. طُوْلُ اْلأَمَلِ : Panjang angan-angan
Seorang hamba jika panjang angan-angannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh dan cenderung tidak pemperdulikan waktu, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang dia angan-angan oleh hatinya, meramalkan dunia dengan berbagai macam usaha dan akan merobohkannya sendi-sendi kepentingan akhiratnya.
Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam
Yang artinya : " Dari Abi Huroirah berkata : aku mendengar Rosulullah bersabda : tidak henti-hentinya hati orang tua itu tetap muda dalam dua hal yaitu dalam cinta terhadap dunia dan panjang angan-angan"
Jika kita mengerti tinggal berapa sisa umur kita dan sudah berapa umur yang kita lewati nicaya kita akan hidup lebih berhati-hati dalam menggapai apa yang kita angan-angankan, dan niscaya kita lebih senang untuk menanam amal kita dan lebih senang memperpendek apa yang diingikannya.
Kita akan merasa keberadaan kita di dunia seperti orang asing atau seperti orang yang sedang menyeberang jalan. Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam :
Yang artinya : " jadilah kamu di dunia seolah-olah kamu itu orang asing atau yang menyeberang jalan."
Untuk itu Ibnu Umar berkata :
Yang artinya : " jika engkau ada pada sore hari jangan kamu menuggu datangnya waktu pagi, atau jika engkau ada pada pagi hari, jangan kamu menunggu datangnya sore hari, ambillah sehatmu untuk sakitmu dan hidupmu untuk matimu."
Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam :
Yang artinya : " gunakan lima sebelum lima : gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, longgarmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu."
Ingat janganlah angan-anganmu sebagai tempat masuknya syetan untuk mempermainkanmu dengan adanya angan-angan yang muluk-muluk padahal kosong belaka, sehingga waktumu hanya habis kesibukan-kesibukan-kesibukan duniamu saja dan mengorbankan akhiratmu.
Rabu, 14 Juli 2010
Pesan Bijak Seorang Sahabat

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,
semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.
Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini, tetapi jika anda hidup dengan benar,sekali saja sudah cukup.
Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati,tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab,
merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,
memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada
yang lebih keras dari batu,lebih tajam dari tusukan jarum,
lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.
Sesungguhnya hati adalah ladang,
maka tanamkanlah ia dengan perkataan yang baik
karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik)
niscaya tumbuh sebagiannya
Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.
Rabu, 30 Juni 2010
Keluarga Bahagia2

Disadari atau tidak, dasar sebagian besar orang berumah tangga adalah untuk menyempurnakan agamanya. Hal inilah yang perlu diwanti – wanti, dicermati terus guna membangun sebuah rumah tangga yang bahagia. Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seorang hamba menikah, maka sungguh ia telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah pada separo sisanya.” (Rowahu al-Baihaqi)
Sebagai start awal dan dasar tindakan, maka ke depannya harus dipahami terus dan dilestarikan, jika dalam perjalanan biduk rumah tangganya melenceng atau keluar jalur dari tujuan utamanya: untuk menyempurnakan agama. Bagi pasutri yang tidak meletakkan niat menyempurnakan agama ini sebagai hal yang utama dan number one, maka sebaiknya harus segera dikoreksi. Taruhlah hal ini sebagai prioritas utama. Sebab kesempurnaan agama yang dimaksud bukanlah kesempurnaan agama satu pihak saja. Kesempurnaan agama suami thok atau kesempurnaan agama istri thok. Melainkan kesempurnaan agama bagi kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Jadi, kalau yang merasa diuntungkan hanya sebelah pihak saja berarti kurang sempurna. Harus dua – duanya. Ya, baik dari suami maupun istri. Dan keadaan saling menguntungkan inilah maksud adanya janji pertolongan Allah karenanya. Dari Abu Huroiroh ra. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga manusia yang Allah pasti menolong mereka, yaitu mujahid di jalan Allah, budak yang berniat melunasi pembebasannya, dan orang yang menikah karena ingin terjaga.” (Rowahu at-Tirmidzi, ia berkata ini hadits hasan shohih).
Karena dasar menyempurnakan agama itu bersifat universal, multi aspek, maka ia tidak menafikan adanya pilihan – pilihan lain dalam memilih calon pasangan. Boleh pilih yang cantik rupawan, boleh memilih yang model kebarat – baratan, boleh yang kriting, dsb asal suka dan agamanya oke punya. Juga boleh memilih yang kaya, bisnisman, enterpreneur, dsb yang penting punya agama yang paten. Boleh juga memilih yang ningrat, berpangkat, dsb asal tetap ditunjang agama yang baik. Atau bahkan gabungan dari ketiganya cantik, kaya dan ningrat dengan kualitas pemahaman agama yang akuntabel. Orang jawa bilang bobot, bibit, bebet. Namun pilihan – pilihan itu ada konsekuensi dan problematikanya, sehingga Nabi SAW memberikan password agar dalam mengusung niat berumah tangga atas dasar agama. Sebab ia mencukupi, mampu mewadahi dan melintasi batas ketiga unsur lainnya.
Dari Abu Huroiroh ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, raihlah/carilah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (Rowahu al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Pada dasarnya kecantikan, kedudukan dan kekayaan bersifat lahiriah semata. Sedangkan ketaatan beragama bersifat lahir dan batin. Berasal dari kepahaman hati dan tampak dalam amalan. Kepahaman membungkus setiap sifat dan gerak – gerik dalam keseharian. Singkatnya dengan mempunyai kepahaman agama yang baik, seperti bertindak di saat yang tepat, tempat yang tepat dan sasaran yang tepat. Jadi tidak pernah meleset. Oleh karena itu, sunguh sangat berharga mempunyai pasangan yang taat beragama. Dari Anas ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dikaruniai Allah istri yang sholihat, maka sungguh Allah telah menolongnya atas separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separo yang lainnya.” (Rowahu ath – Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath dan al –Hakim)
Maka, ketika pergi ke peraduan, saya sering mengingatkan istri akan tujuan berumah tangga yang sedang kami bina. Ia tidak bertujuan mencari kedudukan, juga bukan kepangkatan dan juga bukan untuk memproduksi kekayaan dan kecantikan, melainkan ingin mencari surga selamat dari neraka. Hal itu tertulis jelas di dalam Surat Lamaran yang dulu pertama kali saya buat kukirim kepadanya. Dan eloknya, istri saya masih menyimpannya dengan rapi di dalam document file miliknya. Ketika kutanya kenapa? Dia menjawab, “Untuk mengingatkan kelak kalau kita lupa.” Karenanya di akhir dialog sering saya mensyukurinya – jazaakillaahu khoiro – mau menjadi istri saya. Dan hadiah tak terduga pun selalu hadir setelahnya. Tahu kan?
Langganan:
Postingan (Atom)

